Penyebab Utama Perceraian yang Kerap Terjadi Tanpa Solusi

Siapapun yang membangun niatan berumahtangga pastinya menginginkan kehidupan berkeluarga yang penuh kehangatan, romantis dan saling menyayangi satu sama lain. Meskipun tak dipungkiri banyak masalah yang bakal menghampiri didalam menjadi bahtera rumah tangga.

Bagi sebagian pasangan suami istri permasalahan yang timbul di dalam keluarga bisa diatasi dengan kerjasama yang baik diantara kedua belah pihak, baik dalam hal komunikasi dan aksi yang solid dalam mencari solusi bersama.

Sebaliknya, masih banyak pasangan yang harus terus bergelut dengan masalah di dalam hubungan mereka yang lambat laun akan membua perasaan cinta diantara keduanya menjadi pupus dan hilang tak berbekas yang berujung pada perceraian.

Meskipun perceraian adalah hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang yang memutuskan untuk hidup berkeluarga bersama pasangannya, namun tetap saja peristiwa ini semakin banyak terjadi.

Lantas, apa saja yang menyebabkan kasus perceraian semakin tinggi, dimana membuat dua insan yang semula mengikrarkan janji di depan pengulu untuk saling mencintai tetapi malah berujung pada benci dan dendam tak termaafkan. Simak beberapa penyebabnya di bawah ini!

Faktor Penyebab Kasus Perceraian Rumah Tangga

  • Perselingkuhan

Faktor perselingkuhan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perceraian, hal tersebut dilandaskan pada adanya ketidakharmonisan di dalam hubungan suami istri disertai dengan tidak adanya komunkasi yang baik antara keduanya.

Seringkali juga perselingkuhan terjadi karena tidak mendapatkan perhatian dari pasangannya namun mendapatkan dari pihak ketiga yang seolah-olah pasangan resmi tidak menyayangi lagi. Namun kebanyakan yang terjadi adalah menyangkut komunikasi yang tidak ada diantara pasutri sehingga menyebabkan gerbang perselingkuhan semakin besar.

Tentu saja bagi pihak yang dikhianati hal tersebut sangat meyakitkan sehingga diperlukan hati yang luas untuk bisa memaafkan pasangannya jika mau kembali, atau yang terburuk adalah bercerai.

  • Masalah seksual

Masalah hubungan seksual juga kerap menjadi problematikan yang parah dan berakibat perceraian bisa terjadi, hal tersebut bisa jadi dari perilaku pasangan yang meyimpang, gangguan orientasi seks yang diketahui setelah menikah.

Tidak jarang juga perceraian yang terjadi akibat masalah ketidakpuasan di ranjang, terutama dari pihak istri akibat suaminya tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis sebagaimana mestinya.

ketidakpuasan suami istriSebagai contoh, jika dalam hubungan seks seorang suami cepat ejakulasi tentunya akan membuat istri menjadi tidak terpuaskan. Hal tersebut akan menjadi cikal bakal ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu ada baiknya bagi suami menggunakan Foredi yang sangat membantu untuk menambah durasi seks lebih lama di ranjang, supaya bisa membuat istrinya orgasme sampai puas.

Jika Anda seorang istri pun bisa menyarankan suami untuk menggunakan Foredi Gel, sebab sebagai supaya kuat seks herbal ini digunakan sebagai pemakaian luar, tentunya aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

  • Faktor ekonomi

Faktor kemampuan ekonomi juga menjadi penyebab utama terjadinya perceraian, terlebih jika sang suami belum mempunyai penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari ditambah dengan masih menumpang serumah dengan mertua atau orangtua akan menambah cerita sedih tentang perkawinan.

Memang, dibutuhkan kesabaran dan semangat untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam menghadapi situasi seperti ini.

  • Kekerasan dalam rumah tangga

Di dalam rumah tangga idealnya adalah menjalin hubungan yang hangat, saling mencintai dan menghargai satu sama lain termasuk tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal kepada pasangan.

Selama kekerasan yang terjadi di dalam keluarga, maka semakin marak kasus perceraian yang terjadi akibat pasangan yang teraniaya merasa tidak kuat lagi dan enggan untuk mempertahankan cinta.

  • Permasalahan anak

Mungkin Anda bakal kaget jika masalah anak-anak bisa menjadi penyebab perceraian yang cukup sering terjadi. Pasalnya dalam sebuah penelitian yang dilakukan disebutkan angka perceraian sebuah rumah tangga yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus cukup tinggi jika dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

Memiliki anak yang berkebutuhan khusus tentunya jangan dijadikan alasan untuk bercerai, namun faktanya memiliki anak dengan tipe tersebut memang dibutuhkan kesabaran, semangat, motivasi dan tentunya keberadaan kedua orang tua yang mendukung tumbuh kembang anak mereka.

Jadi pada akhirnya memang dibutuhkan kesabaran, saling pengertian, keterbukaan, komunikasi dan juga kerjasama yang handal dari suami istri untuk bisa menjaga keharmonis dalam rumah tangga supaya langgeng sampai akhir hayat.